PR KIMIA kelas VII SMP



Malam ini, waktu mau makan (sebut saja nasi goreng) :D dengan anak-anak, tiba-tiba SMS masuk, kirain SMS dari cewe yang tadi aku SMS waktu mau pergi makan. Udah seneng kan tuh akhirnya SMS dibales, tapi ternyata SMS yang masuk dari cewe lain, yang sangat tidak ditunggu-tunggu. -___-"


Bunyi SMSnya begini "Bang, aku ada PR. Ini soalnya ya!!! (tanda seru lagi) Pesannya udah jadi pesan multimedia saking panjangnya, yasudah makan dulu cepet balik buat ngerjain.



Sampe dikossan, buka SMS eh ternyata bukan cuman itu aja, masih ada 2 SMS super panjang lainnya dan baru sadar tu PR kimia. (Ingat dulu kimia SMA selalu remed. T_T )
Tapi masa iya anak kuliahan gak bisa, kan masih ada om gogel yang bantu hahahaaaa

Langsung aja buat abang-abang, kakak-kakak diluar sana yang punya ade jauh dirumah yang mencurahkan kegalauannya pada "SMS PR", semoga postingan ini bisa sedikit membantu buat berbagi pengetahuan, hitung-hitung nginget lagi pelajaran masa muda :D (KHUSUS anak IPA, hehe juskidd)





SOAL!!! (bayangin aja dia ngetik ini soal segini panjang pake Hp, malangnya nasibmu -_-)


1. Perhatikan larutan -larutan berikut .

1)asam asetat
2)natrium klorida
3)amonium hidrosida
4)asam klorida    
5)kalium nitrat
berpikir secara logis , kritis , dan analitis , diantara larutan - larutan diatas , yang dalam lakmus merah tetap merah dan dalam lakmus biru tetap berwarna biru adalah ......
A. 1dan2
B. 1dan5
C.2dan4
D.2dan5

2.  Asam merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air akan melepaskan ion H+, pernyataan tersebut dikemukakan secara terbuka oleh ......

A. Arrhenius
B. Lavoisier
C. Arrhenius dan lavoisier
D. Lowrey

3. Tuhan menciptakan alam ini untuk diolah sebaik-baiknya manusia. Bahan berikut yang mempunyai pH lebih dari tujuh adalah ......

A. Yogurt
B. air kapur 
C. Air jeruk
D. Asam jawa

4. Suatu bahan bersifat basa jika mempunyai sifat ......

A. Dapat menghantarkan arus listrik
B.terasa licin di kulit
C.melepaskan ion hidrogen (H+) dalam air
D. Memerahkan lakmus biru

5. Perbanyaklah makan buah karena bagus untuk kesehatan. Padabuah jeruk mengandung ....

A.asam malat
B. Asam sitrat
C. Asam tartrat
D. Asam asetat

6. Untuk selalu menjaga hidup sehat , ibu selalu mandi dengan menambahkan sedikit garam didalam air yang akan ibu gunakan untuk mandi . Salah satu sifat yang dimiliki oleh larutan garam adalah ......

A. Rasanya masam
B. Membirukan kertas lakmus merah
C.memiliki nilai pH=7 
D. Menghasilkan ion H+

7. Fira menggunakan alat pH meter dengan teliti dan hati - hati .pH suatu larutan jika di ukur dengan pH meter adalah 8,7 . Sifat larutan tersebut adalah ......

A. Asam
B. Basa
C. Netral
D.  Garam

8. Berpikir dengan logis , kritis , dan analitis , diantara bahan - bahan berikut yang bersifat asam yaitu .......

A. Sabun
B. Cuka dapur
C. Sampo
D. Kapur tulis

9. Tanah yang bersifat asam dapat dinetralkan dengan menambahkan ......

A.kalsium hidrosida
B.natrium hidrosida
C. Amonium hidrosida
D.magnesium hidrosida

10. Berikut ini yg termasuk rumus kimia golongan asam adalah ......

A.HCI, CH3, COOH,dan H2,SO4  
B. NaOH , Ca(OH)2, KOH, dan SiOH
C.NaOH, Ca, (OH)2, C6 H8 O6, dan H2 SO4
 D. HCI , CH3, COOH2, KOH, dan SiOH

11. Tuhan menciptakan segala sesuatu ada manfaat nya . Sebagai manusia yang kreatif dan inovatif kalian dapat memanfaatkan bahan alam untuk indikator asam basa . Salah satu indikator asam basa dari alam adalah kubis ungu . Air kubis  ungu dalam lingkungan basa berwarna ....

A.hijau
B. Kuning
C. Hitam
D. Merah

12. Hasil reaksi penetralan berupa ......

A. Asam dan basa
B. Air dan logam
C. Logam dan garam
D.   Garam dan air 

13. Asam klorida yg berlebihan dalam lambung dapat dinetralkan dengan obat maag . Hal ini karena obat maag mengandung ....

A. NaOH  
B. KOH
C. Mg(OH)2
D.  Cu (OH)2

14. Menghitung pH larutan sama artinya dengan mencari ......

A. Massa jenis larutan
B. Konsentrasi ion hidrogen
C. Konsentrasi ion logam
D. Daya larut zat



15. Hujan normal bersifat asam karena telah menyerap gas karbondioksida dari udara . Hujan asam bersifat lebih asam daripada hujan normal karena selain menyerap karbondioksida , juga gas gas lain seperti sulfur oksigen dan nitrogen oksida. Penyebab datangnya sulfur oksida dan nitrogen oksigen ini adalah

A. tumbuhan
B. air hijau
C. gas kendaraan bermotor
D. pernapasan

diatas adalah soal sama jawabannya, nah sekarang sekalian mau bagi-bagi materi darimana asal jawaban-jawabannya.





ASAM, BASA, DAN GARAM

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari asam, basa, dan garam,
Peserta didik mampu:
1. Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan
basa, dan larutan garam netral melalui alat
indicator  yang  tepat.
2 Melakukan percobaan sederhana dengan
bahan-bahan yang diperoleh dalam kehidupan
sehari-hari.

A.    Sifat-Sifat Asam, Basa, dan Garam

Bagaimana rasa permen vitamin C atau kuah bakso yang diberi cuka? Tentu kamu akanmenjawab rasanya masam. Pernahkah kamu mencicipi garam? Bagaimana rasanya?Bagaimanakah rasa jamu?Rasanya pahit atau manis? Rasa pahit merupakan salah satu sifat
zat yang bersifat basa. Memang, sejak zaman dahulu asam, basa, dan garam sudah dikenal, karena banyak bahan makanan atau minuman yang digunakan dalam kehidupan sehari-haribersifat asam, basa atau garam. Coba kamu sebutkan contoh bahan makanan atau minuman yang bersifat asam. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka.Seperti diketahui, zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Apakah sifat asam, basa, dan garam itu? Coba kamu perhatikan larutanpembersih porselin atau keramik. Apa yang terjadi jika larutan pembersih tersebut terkena lantaikeramik?  Coba kamu simpulkan sifat-sifat asam!  Pernahkah kamu mencuci dengan deterjenatau sabun? Apayang kamu rasakan pada tanganmu itu? Apakah licin dan terasa panas? Sepertihalnya dengan sabun,basa bersifat kaustik (licin), selain itu basa juga bersifat alkali (bereaksidengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian). Kita dapatmengenali asam dan basa dari rasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengancara mencicipi karena cara tersebut bukan merupakan cara yang aman. Bagaimanakah caramengidentifikasi asam dan basa yang baik dan aman? Kamu dapat mengenali asam dan basadengan menggunakan indikator. Indikatorya itu suatu bahan yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga akan menimbulkan perubahan warna.
1. Asam
Kamu sudah mengetahui jika asam merupakan salah  satu penyusun dari berbagai bahanmakanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalahzat yang dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Tahukah kamuperbedaan antara ion, kation, dan anion? Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang bermuatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang bermuatan listrik negatif. Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahanseperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif.Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (II) klorida (FeCl2). Asam asam apa sajakah yang ada dalam kehidupan sehari-hari kita? Mari kitacermati table berikut.
Nama Asam
Rumus Kimia
Terdapat Dalam
Asam asetat
CH3COOH
Larutan cuka
Asam askorbat
C6H8O6
Jeruk, tomat, sayuran
Asam sitrat
C6H8O7
Jeruk
Asam borat
H3BO3
Larutan pencuci mata
Asam karbonat
H2CO3
Minuman berkarbonasi
Asam klorida
HCl
Asam lambung        
Asam nitrat
HNO3
Pupuk, peledak TNT

Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organic dan asamanorganik. Tahukah kamu apa bedanya? Asam organic umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karenasifat-sifatnya itulah, maka asam-asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhanmanusia.

2. Basa (Hidroksida)
Jika kamu mencuci tangan dengan sabun, apa yang kamu rasakan pada tanganmu? Dalamkeadaan murni, basa umumnya berupa Kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produkrumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandungbasa. Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karenaitu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH.Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk member nama basa, cukup dengan menyebutnama logam dan diikuti kata hidroksida.
Soal
Tulislah nama dari senyawa basa berikut!
a. NaOH      c. KOH
b. Ca(OH)2  d. Mg(OH)2
Pembahasan
a. NaOH = Natrium hidroksida
b. Ca(OH)2 = Kalsium hidroksida
c. KOH = Kalium hidroksida
d. Mg(OH)2 = Magnesium hidroksida
Tahukah kamu, basa apa yang ada di sekitar kita? Mari kita cermati table berikut ini.

Tabel 2.2 Beberapa Jenis Basa yang Telah Dikenal
Nama Basa
Rumus Kimia
Terdapat Dalam
Aluminium hidroksida
Al(OH)3

Deodoran, obatmaag

Kalsium hidroksida
Ca(OH)2

Plester
Magnesium hidroksida
Mg(OH)2

Obat pencahar (antacid)
Natrium hidroksida
NaOH
Sabun pembersih saluran air


3. Garam
Jika mendengarkata ”garam”, pastilah yang terbayang pada benakmu adalah garam dapur. Garam dapur memang merupakan salahsatu contoh garam. Dalam kehidupan sehari-haripernahkah kamu melihat orang yang sakit perut (maag dan sejenisnya)? Tahukah kamu mengapa
orang yang sakit maag minum obat sakit maag atau antacid? Apakah antacid itu? Orang mengalami sakit perut disebabkan asam lambungyang meningkat. Untuk menetralkan asamlambung (HCl) digunakan antacid.  Antacid mengandung basa yang dapat menetralkankelebihan asamlambung (HCl). Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, seperti asamdan basa cenderung bereaksi membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikan dengan larutanbasa,  maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa membentuk molekul air.
H+ (aq) + OH- (aq                     H2O (â„“)
Asam        Basa                               Air
Karena air bersifat netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan. Apakahterjadi reaksi antara ion negative dari asam dan ion positif logam dari basa? Ion-ion ini akanbergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang terbentuk ini mudahlarut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika garam itu sukarlarut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk suatu endapan. Jadi,  reaksi asamdengan basa disebut juga reaksi penggaraman karena membentuk senyawa garam.
Mari kita simak contoh reaksi pembentukan garam berikut!
Asam                 + Basa                                          Garam+ Air
Asamklorida+ Natriumhidroksida                         Natriumklorida + air
HCl (aq          + Na OH (aq)                                Na Cl (aq) + H2O (â„“)
Asam                  Basa                                             Garam              Air
Walaupun reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan, tetapi hasil reaksi (garam) tidakselalu bersifat netral. Sifatasam basadari larutan garam bergantung pada kekuatan asamdanbasapenyusunnya.


Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral, disebut garam normal, contohnya NaCl dan KNO3. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH4 Cl. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa. Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3, H2SO4. Adapun KOH, NaOH, Ca(OH)2 termasuk basa kuat.
Simaklah beberapa garam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari pada tabel berikut. Apa sajakah garam yang ada dalam kehidupan kita?
Tabel 2.3 Beberapa Garam yang Telah Dikenal
Nama Garam
Rumus
Nama Dagang
Kegunaan
Natrium klorida
NaCl
Garam dapur
Penambah rasa
Kalsium karbonat
CaCO3
Kalsit
Bahan cat
Kalium nitrat
KNO3
Salpeter
Pupuk
Kalium karbonat
K2CO3
Potas
Bahan sabun

4. Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit
Pernahkah kamu melihat seseorang mencari ikan dengan menggunakan ”setrum” atau aliran listrik yang berasal dari aki? Apa yang terjadi setelah beberapa saat ujung alat yang telah dialiri arus listrik itu dicelupkan ke dalam air sungai? Ternyata ikan yang berada di sekitar ujung alat itu terkena aliran listrik dan pingsan atau mati. Apakah air dapat menghantarkan listrik? Sebenarnya air murni adalah penghantar listrik yang buruk. Akan tetapi bila dilarutkan asam, basa, atau garam ke dalam air maka larutan ini dapat menghantarkan arus listrik. Zat-zat yang larut dalam air dan dapat membentuk suatu larutan yang menghantarkan arus listrik dinamakan larutan elektrolit. Contohnya adalah larutan garam dapur dan larutan asam klorida. Zat yang tidak menghantarkan arus listrik dinamakan larutan nonelektrolit. Contohnya adalah larutan
gula dan larutan urea. Untuk mengetahui suatu larutan dapat menghantarkan arus listrik atau tidak, dapat diuji dengan alat penguji elektrolit. Alat penguji elektrolit sederhana terdiri dari dua elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik searah dan dilengkapi dengan lampu,
serta bejana yang berisi larutan yang akan diuji. Mari kita lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui apakah asam, basa, dan garam dapat menghantarkan arus listrik.



Derajat Keasaman dan Kebasaan (pH dan pOH)

Mungkin kamu pernah mendengar istilah pH suatu larutan. Apakah pH itu? Pada dasarnya derajat/tingkat keasaman suatu larutan (pH = potenz Hydrogen)) bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan. Semakin besar konsentrasi ion H+ semakin asam larutan tersebut. Umumnya konsentrasi ion H+ pada larutan sangat kecil, maka untuk menyederhanakan penulisan digunakan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+. Nilai pH sama dengan negatif logaritma konsentrasi ion H+ dan secara matematika dinyatakan dengan persamaan
pH = - log (H+)
Analog dengan pH, konsentrasi ion OH– juga dapat dinyatakan dengan cara yang sama, yaitu pOH (Potenz Hydroxide) dinyatakan dengan persamaan berikut.
pOH = - log (OH-)
Derajat keasaman suatu zat (pH) ditunjukkan dengan skala 0—14.
a. Larutan dengan pH < 7 bersifat asam.
b. Larutan dengan pH = 7 bersifat netral.
c. Larutan dengan pH > 7 bersifat basa.
Jumlah harga pH dan pOH = 14. Misalnya, suatu larutan memiliki pOH = 5, maka harga pH = 14 – 5 = 9. Harga pH untuk  beberapa jenis zat yang dapat kita temukan di lingkungan sehari-hari dinyatakan dalam Tabel 2.7 (halaman 46).
Tabel. Harga pH untuk beberapa jenis zat
No.
Harga pH
Contoh Material
1.
1
Larutan HCl 0,1 M
2.
6
Susu
3.
7
Air murni
4.
7,2
Darah
5.
14
Larutan NaOH 1 M


3. Menentukan pH Suatu Larutan
Derajat keasaman (pH) suatu larutan dapat ditentukan menggunakan indikator universal, indikator stick, larutan indiaktor, dan pH meter.
a. Indikator Universal
Indikator universal merupakan campuran dari bermacam-macam indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Indikator universal ada dua macam
yaitu indikator yang berupa kertas dan larutan.
b. Indikator Kertas (Indikator Stick)
Indikator kertas berupa kertas serap dan tiap kotak kemasan indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna. Penggunaannya sangat sederhana, sehelai indikator dicelupkan ke dalam larutan yang akan diukur pH-nya. Kemudian dibandingkan dengan peta warna yang tersedia.
c. Larutan Indikator
Salah satu contoh indikator universal jenis larutan adalah larutan metil jingga (Metil Orange = MO). Pada pH kurang dari 6 larutan ini berwarna jingga, sedangkan pada pH lebih dari 7 warnanya menjadi kuning (Gambar 2.11). Contoh indikator cair lainnya adalah indikator fenolftalin (Phenolphtalein = pp). pH di bawah 8, fenolftalin tidak berwarna, dan akan berwarna merah anggur apabila pH larutan di atas 10


d. pH Meter

Pengujian sifat larutan asam basa dapat juga menggunakan pH meter. Penggunaan alat ini dengan cara dicelupkan pada larutan yang akan diuji, pada pH meter akan muncul angka skala yang menunjukkan pH larutan.


Kandungan Berkhasiat Dalam Jus Jeruk Siam
Jus jeruk dapat disajikan dalam bentuk segar maupun dalam kemasan yang diawetkan. Jus jeruk segar biasanya ditambah gula agar manis, sedangkan jus jeruk dalam kemasan, selain gula biasanya ditambahkan bahan tambahan minuman untuk memperbaiki rasa dan aroma serta pengawet yang diizinkan agar jus tahan disimpan.

Dewasa ini banyak beredar minuman rasa jeruk dengan berbagai merek dan kemasan. Hampir semua jus jeruk mencantumkan gambar jeruk pada kemasan, padahal belum tentu jus jeruk tersebut dibuat dari buah jeruk. Masyarakat harus jeli memilah dan memilih jus jeruk bila ingin mendapatkan manfaat dari mengonsumsi jus jeruk.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membedakan jus jeruk asli dan yang dibuat dari esens jeruk. Jus jeruk asli biasanya berwarna kuning pucat, keruh, dan ada endapan, sedangkan minuman jeruk yang dibuat dari esens berwarna kuning terang, jernih, dan tidak ada endapan.


Kandungan Gizi dan Senyawa Aktif Jus Jeruk

Komponen utama jus jeruk adalah gula yang mencapai 75-85%. Jenis gula yang penting adalah glukosa, fruktosa, dan sukrosa dengan perbandingan 1:1:2. Setiap 100 ml sari buah jeruk siam mengandung glukosa 1,02-1,24 gram, fruktosa 1,49-1,58 gram, dan sukrosa 2,19-4,9 gram dengan total gula 4,93-7,57 gram.

Jus jeruk siam juga mengandung asam organik, yaitu asam malat 0,18-0,21 gram dan asam sitrat 0,86- 1,22 gram setiap 100 ml jus.

Jeruk merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Jus jeruk mengandung asam askorbat 20-60 mg per 100 ml. Vitamin lain yang tak kalah penting adalah vitamin A, tiamin, niasin, riboflavin, asam pantotenat, biotin, asam folat, inositol, dan tokoferol. Kandungan vitamin A berkisar antara 250-420 IU, tiamin 70-120 µg, niasin 200- 220 µg, riboflavin 30 µg, asam folat 1,2 µg, dan inositol 135 mg setiap 100 ml jus.

Senyawa volatil pada buah jeruk berperan penting dalam membentuk aroma dan flavor. Komponen pembentuk aroma dan flavor adalah hidrokarbon terpen, komponen karbonil, alkohol, dan ester. Flavor dari jeruk siam terdiri atas N-metil antronilat, aldehida, dan ester.

Buah jeruk dan olahannya juga mengandung senyawa flavonoid dan limonoid yang diduga bermanfaat untuk melawan berbagai penyakit. Senyawa flavonoid yang utama adalah naringin dan untuk limonoid adalah limonin. Namun, keberadaan kedua senyawa tersebut kadang menimbulkan masalah karena jus jeruk menjadi pahit. Rasa pahit kurang disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang menganggap jus jeruk memiliki rasa manis-asam segar.

Manfaat Jus Jeruk bagi Kesehatan

Globalisasi membuat masyarakat menjadi makin pandai dan kritis, termasuk dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. Berkembangnya berbagai jenis penyakit terutama yang diakibatkan oleh pola konsumsi makanan yang salah mendorong masyarakat kembali ke alam. Jus jeruk memang banyak tersedia di pasaran, tetapi hanya sedikit yang dibuat dari buah asli. Sudah saatnya kita memilih jus jeruk asli untuk memperoleh manfaat yang banyak.

Selain vitamin dan gizi, kita juga dapat memperoleh manfaat yang luar biasa dari kandungan limonin dan naringin pada jus jeruk.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa limonin memiliki sifat bioaktif yang dapat menyembuhkan penyakit berbahaya seperti kanker payudara dan kanker ovarium. Limonin juga dapat menghambat perbanyakan virus HIV, sebagai detoksifikan, antimalaria, antimikroba, dan menurunkan kolesterol.

Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa limonin mampu menghambat senyawa karsinogen yang membahayakan tubuh. Naringin mempunyai efek yang tak kalah dengan limonin. Berdasarkan hasil penelitian, naringin mampu menghambat  pertumbuhan sel tumor pada kolon, mengontrol gula darah, trigliserida dan kolesterol dengan membuang trigliserida dan kolesterol ke dalam kotoran, dan sebagai antioksidan. Meskipun penelitian tersebut masih pada hewan percobaan, hasilnya dapat menjadi bukti khasiat kedua senyawa tersebut.

Pembuatan Jus jeruk

Untuk mendapatkan manfaat yang besar terutama senyawa limonin dan naringin bisa dilakukan dengan mengonsumsi buah jeruk segar atau  olahannya seperti jus. Namun berdasarkan hasil penelitian, kandungan limonin dan naringin pada jeruk olahan seperti jus lebih tinggi dibanding buah jeruk segar.

Proses pengolahan meningkatkan kandungan naringin dan limonin masing- masing dari 233,66 mg dan 13,70 µg/l pada jeruk siam segar menjadi 545,97 mg/l untuk naringin dan 14,42 µg/l untuk limonin.

Membuat jus cukup mudah, bisa dikerjakan pada skala rumah tangga maupun industri. Jus jeruk dapat disajikan dalam bentuk produk natural (tanpa bahan tambahan) atau jus formula (dengan bahan tambahan). Produk natural mempunyai rasa agak pahit dan bermanfaat sebagai food suplemen.

Jus jeruk dibuat dari buah jeruk matang, bahan tambahan seperti gula, asam sitrat, penstabil, pengawet, dan kemasan. Alat yang digunakan adalah juicer, penyaring, termometer, dan alat pasteurisasi. Buah jeruk disortasi lalu dicuci dan ditiriskan sampai permukaan kulitnya kering kemudian dikupas. Buah jeruk kupas lalu dimasukkan ke dalam juicer untuk memperoleh sari jeruk.

Untuk membuat sari jeruk alami, sari jeruk dipanaskan (dipasteurisasi) pada suhu 80°C selama kurang lebih 5 menit lalu dikemas dalam keadaan panas dan didinginkan. Untuk membuat jus formula, sari jeruk dicampur dengan air matang dengan perbandingan sesuai dengan selera, lalu ditambahkan gula, penstabil CMC (carboxy methyl cellulase), asam sitrat, dan pengawet kalium sorbat. Campuran diaduk lalu  dipasteurisasi dan dikemas. Jus sebaiknya disimpan pada suhu dingin agar daya tahannya lama.

Manfaat jus jeruk yang demikian besar bagi kesehatan diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih menyukai jus jeruk asli. Apalagi saat musim panen, produksi jeruk melimpah dan harga merosot sehingga perlu industri pengolahan jeruk. Selain meningkatkan nilai ekonomi, pengolahan jeruk juga mampu menyerap tenaga kerja.

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian
Deptan


Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia, Swingle.)

Familia :Rutaceae

Uraian :
Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung. 1. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 200 m - 1.300 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 1.000 mm - 1.500 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 12 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 0 bulan - 6 bulan · Suhu udara : 200 C - 300 C · Kelembapan : sedang - tinggi · Penyinaran : sedang b. Tanah · Jenis : latosol, aluvial, andosol. · Tekstur : lempung berpasir lempung dan lempung liat · Drainase : baik · Kedalaman air tanah : 40 cm - 170 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : di bawah 40 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 4 - 9 · Kesuburan : sedang - tinggi 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Buatkan lubang tanam berukuran50 cm x 50 cm x 40 cm. · Tanah bagian atas dipisahkan dari tanah di bawahnya, kemudian diberi pupuk kandang. · Tanah bagian bawah dimasukkan kembali, kemudian disusul tanah bagian atas. b. Persiapan Bibit · Jeruk nipis dapat diperbanyak secara cangkok dan okulasi. c. Penanaman · Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan. · Jarak tanam 6 m x 6 m

Nama Lokal :
Lime (Inggris), Lima (Spanyol), Limah (Arab); Jeruk Nipis (Indonesia), Jeruk pecel (Jawa); Limau asam (Sunda); 

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kiniia yang bemianfaat. Misalnya: limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren dan sitral. Di samping itu jeruk nipis mengandung asani sitrat. 100 gram buah jeruk nipis mengandung: - vitamin C 27 miligram, - kalsium 40 miligram, - fosfor 22 miligram, - hidrat arang 12,4 gram, - vitamin B 1 0,04 miligram, - zat besi 0,6 miligram, - lemak 0,1 gram, - kalori 37 gram, - protein 0,8 gram dan - air 86 gram. Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral dan asam sitrat.





PENETAPAN KADAR ASAM SITRAT PADA BUAH JERUK


A.      Latar Belakang
Seiring perkembangan zaman, kesadaran manusia tentang kesehatan semakin meningkat. Salah satunya dengan meningkatkan konsumsi buah-buahan sebagai sumber vitamin yang dapat mempertahankan kesehatan tubuh. Selain itu, berbagai manfaat yang ditawarkan buah-buahan salah satunya jeruk yang mampu memperbaiki lapisan epitel yang rusak, mencegah kanker, rasa yang manis sedikit asam menjadi salah satu pendorong buah jeruk sangat disukai.
Pada buah jeruk selain ditemukan asam askorbat (vitamin C) juga ditemukan asam sitrat yang membuat buah terasa masam jika dimakan. Asam sitrat merupakan asam organik  lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawetyang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam sitrat yang penting bagi makhluk hidup, sehingga ditemukan pada hampir semua makhluk hidup. Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan.
Asam sitrat merupakan asam organik yang larut dalam air dengan citarasa yang menyenangkan dan banyak digunakan dalam industri pangan, kosmetik, farmasi dan lain – lain. Kebutuhan dunia akan asam sitrat terus meningkat dari tahun ke tahun dan produksi asam sitrat tiap tahun meningkat 2 – 3 %.Berdasarkan kenyataan bahwa penggunaan asam sitrat yang luas dalam dunia industri, maka kebutuhan pemenuhan bagi asam sitrat baik di dalam maupun luar negeri masih sangat besar.
Namun, dalam hal ini penulis hanya akan memaparkan kandungan asam sitrat alami yang terdapat dalam buah jeruk dan buah nanas.

Dasar Teori
1.      Buah jeruk
Buah jeruk merupakan buah yang sangat disukai berbagai kalangan masyarakat. Disamping rasanya yang enak, buah jeruk memiliki berbagai manfaat yang berguna bagi tubuh antara lain, untuk mengganti lapisan epitel yang rusak, mencegah timbulnya kanker, serta kandungan berbagai vitamin mampu memperlancar metabolisme tubuh.
Kandungan asam sitrat memberikan jeruk memiliki rasa yang masam dengan presentase
2.      Asam sitrat
Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus. Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini terjadi, ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam larutan penyangga untuk mengendalikan pH larutan (Wikipedia, 2009).
Asam sitrat (C6H8O7termasuk salah satu asam organik dengan nama kimia 2-hydroxy-1,2,3-propanetricarboxylic acid


Asam sitrat merupakan asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini mudah larut dalam air dan ethanol, tidak berbau, rasanya sangat asam. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan seperti nenas, jeruk, lemon, markisa. Asam ini dipakai untuk meningkatkan rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada berbagai pengolahan minuman, produk air susu, selai, jeli, dan lain-lain dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai makanan, misalnya buah-buahan kaleng dan ikan (Margono, 2000)

Beberapa sifat kimia asam sitrat adalah :
a.       Pada pemanasan 175oC,  asam sitrat berubah menjadi aconitic acid. Aconitic acid jikaditambah dengan hydrogen berubah menjadi tricarballylic acid.
b.      Pada pemanasan 175oC, asam sitrat jika dieliminasi dengan oksigen dan menghilangkan karbon dioksida berubah menjadi acetonedicarboxylic acid. Acetonedicarboxylic acid jika diuapkan karbon dioksidanya berubah menjadi acetone.
c.       Pada pemanasan 175oC, asam sitrat jika dihilangkan karbondioksida berubah menjadiitaconic acid.
d.      Larutan asam sitrat bila dicampur dengan asam sulfat atau oksidasi dengan larutan potassium permanganate menghasilkan asam acetonedicarboxylic.
e.       Pada suhu 35oC, jika asam sitrat dioksidasi dengan potassium permanganate menghasilkan asam oksalat.
f.       Asam sitrat terdekomposisi menjadi asam oksalat dan asam asetat jika dibakar dengan potassium hydroxide atadioksidasi dengan asam nitrit.
g.      Dalam bentuk larutan, asam sitrat sedikit korosif terhadap karbon steel dan tidak korosif terhadap stainless steel.
h.      Sebagai asam polybasic, asam sitrat dapat membentuk berbagai macam garam termasuk garam alkali metal dan alkali tanah, selain itu dapat pula membentuk berbagaimacam ester, amida dan acyl klorida.
(Kirk Othmer,”Encyclopedia of Chemical Technology”,3rd ed,vol.6,1979, p.153)
http://viskhasafitri.blogspot.com/2012/05/penetapan-kadar-asam-sitrat-pada-buah.html

penanganan limbah cair disekitar kita


Berikut adalah beberapa tehnik pengolahan limbah B3 (Setiyono, 2002) antara lain :
        1. Netralisasi (pengolahan secara kimia)
           Proses netralisasi diperlukan apabila kondisi limbah masih berada di luar baku mutu limbah (pH 6-8), sebab limbah di luar kondisi tersebut dapat bersifat racun atau korosif. Netralisasi dilakukan dengan mencampur limbah yang bersifat asam dengan limbah yang bersifat basa. Pencampuran dilakukan dalam suatu bak equalisasi atau tangki netralisasi.
           Netralisasi dengan bahan kimia dilakukan dengan menambahkan bahan yang bersifat asam kuat atau basa kuat. Air limbah yang bersifat asam umumnya dinetralkan dengan larutan kapur (Ca(OH)2), soda kostik (NaOH) atau natrium karbonat (Na2CO3). Air limbah yang bersifat basa dinetralkan dengan asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4), HCI atau dengan memasukkan gas CO2 melalui bagian bawah tangki netralisasi.
        2. Pengendapan
           Apabila konsentrasi logam berat di dalam air limbah cukup tinggi, maka logam dapat dipisahkan dari limbah dengan jalan pengendapan menjadi bentuk hidroksidanya. Hal ini dilakukan dengan larutan kapur (Ca(OH)2) atau soda kostik (NaOH) dengan memperhatikan kondisi pH akhir dari larutan. Pengendapan optimal akan terjadi pada kondisi pH dimana hidroksida logam tersebut mempunyai nilai kelarutan minimum.
          3. Koagulasi dan Flokasi (pengolahan secara kimia)
            Digunakan untuk memisahkan padatan tersuspensi dari cairan jika kecepatan pengendapan secara alami padatan tersebut lambat atau tidak efisien. Koagulasi dilakukan dengan menambahkan bahan kimia koagulan ke dalam air limbah. Koagulan yang sering digunakan adalah tawas (Al2(SO4)3).18H20; FeC13; FeSO4.7H20; dan lain-lain.
           4. Evaporasi (penyisihan komponen-komponen yang spesifik)
Evaporasi pada umumnya dilakukan untuk menguapkan pelarut yang tercampur dalam limbah, sehingga pelarut terpisah dan dapat diisolasi kembali. Evaporasi didasarkan pada sifat pelarut yang memiliki titik didih yang berbeda dengan senyawa lainnya.
            5. Insinerasi
Insinerator adalah alat untuk membakar sampah padat, terutama untuk mengolah limbah B3 yang perlu syarat teknis pengolahan dan hasil olahan yang sangat ketat. Pengolahan secara insinerasi bertujuan untuk menghancurkan senyawa B3 yang terkandung di dalamnya menjadi senyawa yang tidak mengandung B3. Ukuran, desain dan spesifikasi insinerator yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik dan jumlah limbah yang akan diolah. Insinerator dilengkapi dengan alat pencegah pencemar udara untuk memenuhi standar emisi.


Pada umumnya, senyawa asam mempunyai rasa asam, sedangkan senyawa basa mempunyai rasapahit. Namun begitu, tidak dianjurkan untuk mengenali asam dan basa dengan caramencicipinya, sebab banyak diantaranya yang dapat merusak kulit (korosif) atau bahkan bersifatracun. Asam dan basa dapat dikenali dengan menggunakan zat indikator, yaitu zat yang memberiwarna berbeda dalam lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubahsaat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa).Dalam laboratorium kimia, indikator asam-basa yang biasa di gunakan adalah indikator buatandan indikator alami, Berikut ini penjelasan tentang indikator asam-basa buatan dan indikator asam-basa alami.

• Indikator BuatanIndikator buatan adalah indikator siap pakai yang sudah dibuat di laboratorium atau pabrik alat-alat kimia. Contoh indikator buatan adalah kertas lakmus yang terdiri dari lakmus merah danlakmus biru, indikator universal, fenolptalin, dan metal jingga.Indikator universal, fenolptalin, dan metil jingga selain dapat mengidentifikasi sifat larutan asambasa juga dapat digunakan untuk menentukan derajat keasaman (pH) larutan.

• Indikator AlamIndikator alam merupakan bahan-bahan alam yang dapat berubah warnanya dalam larutan asam,basa, dan netral. Indikator alam yang biasanya dilakukan dalam pengujian asam basa adalahtumbuhan yang berwarna mencolok, berupa bunga-bungaan, umbi-umbian, kulit buah, dandedaunan. Perubahan warna indikator bergantung pada warna jenis tanamannya, misalnyakembang sepatu merah di dalam larutan asam akan berwarna merah dan di dalam larutan basaakan berwarna hijau, kol ungu di dalam larutan asam akan berwarna merah keunguan dan didalam larutan basa akan berwarna hijau.


Di samping menggunakan indikator buatan, seperti lakmus, fenolftalen,metil merah dan brom timol biru, kita juga dapat mengenali senyawaasam atau basa dengan menggunakan indikator alami, seperti bungasepatu, bunga hidrangea, kol merah, kunyit dan beberapa jenistumbuhan lainnya. Indikator asam-basa yang baik adalah zat warna yangmemberi warna berbeda dalam larutan asam dan larutan basa.

1. Cara pembuatan indikator alami dari bunga sepatuPilihlah beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dari bungasepatu.Gerus dalam lumpang dengan sedikit air.Saring ekstrak mahkota bunga merah tersebut.Teteskan ekstrak mahkota bunga ke dalam:- Air suling (netral)- Larutan cuka (asam)- Air kapur (basa)Catat hasil perubahan warna yang terjadiIndikator asam-basa dari bunga sepatu, ketika didalam larutan asamakan memberikan warna merah, di dalam larutan basa akan memberikanwarna hijau dan pada larutan netral tidak berwarna.

2. Cara pembuatan indikator alami dari bunga HidrangeaPilihlah beberapa helai mahkota bunga HidrangeaGerus dalam lumpang dengan sedikit air.Saring ekstrak mahkota bunga Hidrangea tersebut.Teteskan ekstrak mahkota bunga ke dalam:- Air suling (netral)- Larutan cuka (asam)- Air kapur (basa)Catat hasil perubahan warna yang terjadiIndikator asam-basa dari bunga Hidrangea akan memberikan warna biruketika didalam larutan asam , di dalam larutan basa akan memberikanwarna merah jambu dan pada larutan netral tidak berwarna.



3. Cara pembuatan indikator alami dari kol merahHaluskan sejumlah kol merah yang masih segarRebus selama 10 menitBiarkan air kol merah menjadi dinginSaring dalam stoples besarTeteskan ekstrak kol merah ke dalam:- Air suling (netral)- Larutan cuka (asam)- Air kapur (basa)Catat hasil perubahan warna yang terjadiIndikator asam-basa dari kol merah akan berubah warna menjadi merahmuda bila dicelupkan ke dalam larutan asam, menjadi hijau dalamlarutan basa, dan tidak berwarna pada larutan netral.

4. Cara pembuatan indikator alami dari kunyitParut kunyit yang telah dibersihkanSaring ekstrak kunyit dengan alkohol menggunakan kain ke dalammangkok kecilTeteskan ekstrak kunyit ke dalam:- Air suling (netral)- Larutan cuka (asam)- Air kapur (basa)Catat hasil perubahan warna yang terjadiIndikator asam-basa dari kunyit, akan memberikan warna kuning tuaketika dilarutkan dalam larutan asam, memberikan warna jingga didalam larutan basa dan memberikan warna kuning terang pada larutannetral.

http://www.scribd.com/doc/50188220/Indikator-Buatan-Alami

HUJAN ASAM


Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.

Sumber

Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, pembangkit tenaga listrikkendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian (terutama amonia). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini dapat terbawa angin hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tanah.
Hujan asam karena proses industri telah menjadi masalah yang penting di Republik Rakyat CinaEropa Barat, Rusia dan daerah-daerah di arahan anginnya. Hujan asam dari pembangkit tenaga listrik di Amerika Serikat bagian Barat telah merusak hutan-hutan di New York dan New England. Pembangkit tenaga listrik ini umumnya menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya.

Secara sederhana, reaksi pembentukan hujan asam sebagai berikut:
\begin{matrix}
S_{(s)}+O_{2(g)}\rightarrow SO_{2(g)} \\
2 SO_{2(g)}+O_{2(g)}\rightarrow 2 SO_{3(g)} \\
SO_{3(g)} +H_2O_{(l)}\rightarrow H_2SO_{4(aq)}\\
\end{matrix}
Bukti terjadinya peningkatan hujan asam diperoleh dari analisis es kutub. Terlihat turunnya kadar pH sejak dimulainya Revolusi Industri dari 6 menjadi 4,5 atau 4. Informasi lain diperoleh dari organisme yang dikenal sebagai diatom yang menghuni kolam-kolam. Setelah bertahun-tahun, organisme-organisme yang mati akan mengendap dalam lapisan-lapisan sedimen di dasar kolam. Pertumbuhan diatom akan meningkat pada pH tertentu, sehingga jumlah diatom yang ditemukan di dasar kolam akan memperlihatkan perubahan pH secara tahunan bila kita melihat ke masing-masing lapisan tersebut.
Sejak dimulainya Revolusi Industri, jumlah emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer turut meningkat. Industri yang menggunakan bahan bakar fosil, terutama batu bara, merupakan sumber utama meningkatnya oksida belerang ini. Pembacaan pH di area industri kadang-kadang tercatat hingga 2,4 (tingkat keasaman cuka). Sumber-sumber ini, ditambah oleh transportasi, merupakan penyumbang-penyumbang utama hujan asam.
Masalah hujan asam tidak hanya meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan industri tetapi telah berkembang menjadi lebih luas. Penggunaan cerobong asap yang tinggi untuk mengurangi polusi lokal berkontribusi dalam penyebaran hujan asam, karena emisi gas yang dikeluarkannya akan masuk ke sirkulasi udara regional yang memiliki jangkauan lebih luas. Sering sekali, hujan asam terjadi di daerah yang jauh dari lokasi sumbernya, di mana daerah pegunungan cenderung memperoleh lebih banyak karena tingginya curah hujan di sini.
Terdapat hubungan yang erat antara rendahnya pH dengan berkurangnya populasi ikan di danau-danau. pH di bawah 4,5 tidak memungkinkan bagi ikan untuk hidup, sementara pH 6 atau lebih tinggi akan membantu pertumbuhan populasi ikan. Asam di dalam air akan menghambat produksi enzim dari larva ikan trout untuk keluar dari telurnya. Asam juga mengikat logam beracun seperialumunium di danau. Alumunium akan menyebabkan beberapa ikan mengeluarkan lendir berlebihan di sekitar insangnya sehingga ikan sulit bernapas. Pertumbuhan Phytoplankton yang menjadi sumber makanan ikan juga dihambat oleh tingginya kadar pH.
Tanaman dipengaruhi oleh hujan asam dalam berbagai macam cara. Lapisan lilin pada daun rusak sehingga nutrisi menghilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadaan dingin, jamur dan serangga. Pertumbuhan akar menjadi lambat sehingga lebih sedikit nutrisi yang bisa diambil, dan mineral-mineral penting menjadi hilang.
Ion-ion beracun yang terlepas akibat hujan asam menjadi ancaman yang besar bagi manusia. Tembaga di air berdampak pada timbulnya wabah diare pada anak dan air tercemar alumunium dapat menyebabkan penyakit Alzheimer

Emisi Internal Combustion Engine



Sebagian besar penyebab utama polusi udara yang ada di dunia ini berasal dari transportasi dan industri. Sementara telah kita ketahui bersama bahwa transportasi menggunakan device yang berbahan bakar minyak, Internal Combustion EngineInternal Combustion Engine yang sangat popular saat ini adalah mesin Diesel dan mesin Otto (bensin). Sementara, kedua mesin ini sangat populer di ranah transportasi dan industri. Mengingat itu merupakan irisan yang juga saya pelajari di bangku kuliah, saya merasa perlu untuk membagi pengetahuan yang dimiliki untuk sahabat semua.

Berikut emisi yang terjadi dari proses Internal combustion engine :

HC (Hydrocarbon) : Emisi yang terbentuk dari bahan bakar yang tidak terbakar pada proses pembakaran. Hidrokarbon adalah penyebab utama terbentuknya asap yang menjadi masalah pada daerah perkotaan. Hidrokarbon dapat menyebabkan asma, gangguan hati, gangguan paru-paru, kanker, dll.

CO (Carbon Monoxide): terbentuk akibat pembakaran yang tidak sempurna. Zat ini lebih mudah berikatan dengan Haemoglobin. Ketika kita menghirup CO dalam jumlah besar, maka saat itu juga CO menjadi racun dalam tubuh (menyebabkan kekurangan oksigen), karena Hb lebih mudah berikatan dengannya dibanding dengan oksigen.

NOx (Nitrogen Oxide) : Merupakan bentuk umum nitrogen oksida. Terbentuk akibat reaksi antara Nitrogen dan Oksigen pada temperatur dan tekanan tinggi. NOx akan semakin banyak terbentuk pada setiap pembakaran-pembakaran yang semakin efisien (panas yang dihasilkan maksimal). Zat ini akan menyebabkan hujam asam dan jika terdapat pada atmosfer, maka akan menyebabkan kerusakan lapisan ozon.

SOx (Sulfur Oxide) : Merupakan bentuk umum dari Sulfur Oksida. Terbentuk akibat pembakaran yang terjadi pada mesin yang menggunakan bahan bakar yang mengandung sulfur. Zat ini dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.

VOC (Volatile Organic Compound) : adalah zat-zat yang memiliki temperatur didih kurang dari 250 C seperti CFC (chlorofluorocarbons) dan formaldehyde. Zat ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Partikulat dan Jelaga : zat-zat padat berukuran mikro yang terlihat seperti asap. Sangat mengganggu kesehatan dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan kanker.


Dengan mengetahui bahwa zat-zat ini terus dihasilkan di seluruh jalan raya,  maka kita perlu mengevaluasi lagi bagaimana cara kita berkendara di jalan raya (terutama sepeda motor). Misalnya, dengan menggunakan masker, helm standar berkaca, jaket, dll.

Mechanical Engineer bisa dibilang sebagai salah satu pihak yang cukup bertanggung jawab dengan adanya semua zat-zat ini. Karena zat-zat ini muncul dari hasil-hasil pembakaran internal combustion engine. Dengan adanya kewajiban untuk bertanggung jawab itu, maka inovasi-inovasi pun banyak dibuat untuk meminimalisasi ‘dosa’ ini.

Salah satu usaha yang paling real dan sudah diterapkan adalah adanya standar emisi yang diinisiasi oleh bangsa-bangsa di Eropa. Standar itu disebut Euro. Standar ini menetapkan untuk setiap kendaraan-kendaraan bermotor harus memenuhi syarat emisi yang ada. Sejauh yang saya ketahui, standar Euro itu sendiri sudah sampai generasi Euro 5 (Di tahun 2014, rencananya akan dibuat keluar standar Euro 6).




Semoga bisa bermanfaat

^_^

Tuhan Yesus Memberkati






Comments

  1. hahaha.. ceritanya sama alias plek-ketiplek sama kejadian gw hari ini.. hahahaha :D thanks bgt miin.. SOAL2 yg ade gw tnyain juga yg ini :P hehehehe

    ReplyDelete
  2. ok, thx udah mampir
    diliat ya threat2 yg lain :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PR KIMIA II Kelas VII SMP